SEJARAH DESA

Ngunut, Babadan, Ponorogo

Ngunut yaitu sebuah desa di wilayah Kecamatan BabadanKabupaten PonorogoJawa Timur. Luas wilayah 362,59 ha dengan banyak masyarakat per 31 Desember 2011 sejumlah 4.840 jiwa.

Sejak tahun 1992 Pemerintah Desa Ngunut menjadi lebih mengembang administrasi berbasis komputer, diantaranya: Administrasi kependudukan, Administrasi Pertanahan, dan Administrasi Keuangan yang semuanya sudah menggunakan software komputer dengan tujuan peningkatan pelayanan publik.

Cara dan software ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN yang dikembangkan oleh Desa Ngunut saat ini sudah digunakan di nyaris semua Desa/Kelurahan di Kabupaten Ponorogo. Beberapa desa di Kabupaten Madiun dan Jombang juga menggunakan cara dan software ini.

Pemerintah Pusat, dalam hal ini Staf Kantor Wakil Presiden RI, juga sudah memberikan apresiasi dengan mengunjungi Kantor Kepala Desa Ngunut, sekaligus melihat secara langsung guna software kependudukan ini[butuh rujukan]. Hasil lawatan menyimpulkan bahwa software kependudukan yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Ngunut sangat ada gunanya untuk peningkatan pelayanan publik serta layak untuk dikembangkan di Desa/Kelurahan lain di seluruh Indonesia.

Oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo cara Administrasi berbasis komputer yang dikembangkan oleh Desa Ngunut ini diberi nama SIMADES.

Cara administrasi berbasis komputer (SIMADES) yang dikembangkan Desa Ngunut telah ikut menyumbangkan prestasi bagi Pemkab Ponorogo sehingga berhasil mendapatkan Otonomi Award untuk kategori Pelayanan Administrasi Dasar dari Jawa Pos Insitute Pro Otonomi (JPIP) tahun 2009.

Selain untuk pelayanan administrasi kependudukan, SIMADES juga telah terbukti cukup handal untuk penyusunan Daftar Pemilih Pemilu. Pada Pemilu Legislatif 2009, PPS Desa Ngunut menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berasal dari data base SIMADES, hasilnya sangat memuaskan : dari 3.527 jiwa pemilih hanya ada 2 orang yang belum terdaftar, dan nyaris tidak ada kekeliruan yang prinsip dalam DPT tersebut, 2 orang yang tidak terdaftar tersebut juga dikarenakan entry tanggal lahir yang bersangkutan salah.

Cara ini tentunya cukup berjasa bagi Pemerintah Desa/Kelurahan dalam membantu / memfasilitasi penyusunan DPT Pemilu yang seringkali menimbulkan polemik di seluruh Indonesia.

Selain SIMADES Kependudukan, Pemerintah Desa Ngunut juga menjadi lebih mengembang SIMADES Pertanahan, dimana administrasi pertanahan yang menjadi subyek cara ini. Data terperinci tentang pertanahan dapat diurus dengan patut. Mulai dari persil, luas tanah, pemilikan tanah masing-masing orang, besarnya pajak per SPPT, termasuk sejarah kepemilikan tanah terakhir (pemilik saat ini) sampai ke pemilik tanah paling awal berdasarkan data yang dimiliki Desa Ngunut (data tahun 1952).

SIMADES Kependudukan dan Pertanahan semua berbasis komputer, sehingga akan cepat diketahui apabila ada kekeliruan dan cepat dapat dibenarkan. Cara SIMADES dirasakan sangat membantu Pemerintah Desa Ngunut dalam pengelolaan administrasi secara keseluruhan.